Halo! Gua adalah seorang fans Arsenal yang kebetulan suka baca buku, main game, olahraga, menabung, dan mengaji.

Toy Photography: Mainan yang Bernyawa

Toy Photography: Mainan yang Bernyawa – Foto pemandangan alam? Banyak banget. Street Photography? Sudah sering seliweran di timeline sosial media. Foto produk jualan? Wajib hukumnya untuk berjualan. Wedding Photography? Laris manis pastinya.

Tapi, bagaimana dengan Toy Photography? Genre fotografi yang belum umum di Indonesia ini (walaupun sejak 2012 sudah berkembang pesat), ternyata sangat seru. Bagaimana menata mainan (action figure, funko, dll) dalam sebuah diaroma menjadi sebuah cerita. Bagaimana menambahkan efek-efek dari bedak, petasan, atau benda sehari-hari yang kita pakai? Dan bagaimana hasilnya?

Maka inilah Toy Photography dan Serba-serbinya.

Awal Mula Toy Photography

Tidak ada yang tau persis kapan jenis fotografi ini dimulai. Mari kita simpulkan, kalau Toy Photography hadir sejak ada mainan dan kamera untuk memotret.

Apa foto boneka Annabele yang terkenal seram itu termasuk Toy Photography? Bisa jadi. Tergantung dari niatan si pemotret.

Yuk, lanjut.

Toy Photographer

Adalah nama untuk para photographer yang menggeluti genre fotografi ini. Walaupun ada yang fokus atau sebagai ilmu tambahan, tetap saja akan dibilang Toy Photographer jika mempunyai karya foto dengan mainan ini.

Dan gua akan ngasih beberapa tokoh, luar dan dalam negeri, Toy Photographer.

Seno Haryo

seno haryo
sumber: kumparan

Dimulai dari yang mendapatkan penghargaan rekor MURI sebagai orang yang pertama kali membuat pameran Toys Photography di Indonesia. Tidak lain adalah Seno Haryo.

Alumni Teknik Industri Universitas Trisakti ini sudah mulai menekuni profesi toy phographer sejak 2011 silam.

Walaupun saat itu belum banyak yang menekuni profesi toy photographer, tapi Seno Haryo nekat membuat pameran toys photography. Maka tidak heran dia mendapatkan rekor MURI dan menjadi pelopor toy photography di Indonesia. Fitur-fitur Star Wars, Indiana Jones, DC, dan Marvel menjadi objek foto-fotonya.

Prestasinya pun tidak stop. Pihak Sideshow Collectibles, pemegang lisensi Star Wars dari Amerika, mengajak kerja sama sebagai toy photographer independen yang berlisensi dan ada kontraknya juga. Itu di tahun 2011 juga.

Manajemen artist untuk toy photographer asal Singapura, Wonderfactory, mengajak Seno bergabung pada tahun 2015. Wonderfactory lah yang membantu Seno untuk promosi, jualan, dan pameranya di luar negeri. Seno hanya perlu mengirim file saja. Karya-karya Seno dijual kisaran US$ 200

star wars

Hrjoe (Edy Harjo)

hrjoe

Masih dari tanah air, Edy Harjo membuat cerita yang lucu-lucu disetiap karyanya. Melihat diaroma hasilnya membuat kita tertawa.

Edy, yang kebanyakan menjadikan figur super hero skala 1/6 sebagai modelnya, pernah hasil karyanya di posting oleh Mark Rufallo (pemeran Hulk) di Tumblr resminya ini.

hrjoe

Jared Middleton (sirdork730)

Jared Middleton

Dua tadi lebih banyak menggunakan studio untuk menghasilkan karya yang amazing. Nah, untuk bag Jared ini, lebih banyak menggunakan tempat outdoor dan memakai petasan, kembang api, flare, sampai genangan kolam untuk menjadi setting tempat karyanya.

Dia salah satu favorite gua dan alasan gua untuk mencari tau lebih banyak tentang toy photography ini. Toy photographer asal Amerika ini tidak hanya Star Wars dan Super Hero yang jadi modelnya. Tapi kartun Dragonball dan Pokemon sering kali hadir di karya-karyanya.

jared middleton

Felix Hernandez Rodriguez

toy photography

Bosan dengan action figure sebagai modelnya? Tenang, Hernandez memberikan hasil karyanya yang sangat detail dan efek yang memukau.

Mobil mainan yang ditaruh distudionya, jalanan yang dibuat seperti aslinya, dan efek-efek asap atau salju, membuat kita tidak percaya kalau itu semua hanya mainan.

Menurut saya, dia adalah yang terbaik untuk masalah detail. Dilihat dari segi latar, objeknya, dan efek benar-benar seperti sungguhan. Kudos!

toy photography

Zahir Batin

toy photography

Toy photographer asal Malaysia ini, full karyanya adalah Star Wars. Dan tak ada salahnya menjadi favorite dan terkenal di kalangan fanboy Star Wars.

Dia juga salah satu WonderFactory Artist. Sama seperti Seno Haryo.

Tatsuya Tanaka

toy photography

Last but not least, the one and only Tatsuya Tanaka.

Toy photographer kelahiran Kumamoto, Japan, 9 November 1981 adalah toy photographer yang paling produktif. Terhitung sejak 20 April 2011, Tatsuya selalu mengupload hasil karyanya di miniature calender. Sampai hari inipun tetap mengupload karyanya.

Selain paling produktif, Tatsuya bagi saya adalah yang paling kreatif dan tidak kehabisan ide. Liat saja, bagaimana ciki Cheetos dijadikan awan kinton yang dinaiki Goku, sikat gigi yang dijadikan shower, sampai SD card menjadi piano, dan banyak lagi. Sampai saya terdecak kagum melihat karya-karyanya. Jadi, lebih baik langsung kunjungi akun Instagramnya aja.

Kudos untuk Tatsuya!

toy photography

Tips Toy Photography

Gak adil kalau cuman kasih hasil-hasil  professional, makanya gua mau ngasih tips agar bisa menjadi professional. Tips ini dari para professional tentunya.

Cerita

Semua mainan memiliki latar belakang ceritanya sendiri-sendiri, entah itu super hero, action figure, giant mecha, mobil, bahkan funko punya ceritanya. Manfaatkan cerita masing-masing mainan, dan sangat bisa dikolaborasikan walaupun berbeda cerita.

Mau ambil dari komik atau filmnya juga bisa banget. Yang terpenting dan tersulit, membuat pose yang tepat sehingga mainan itu terlihat bukan mainan.

Seperti karya Jared Middleton, Stormtrooper dikejar-kejar oleh monster dari pokemon.

Manusiakan Mainan

Mudah kalau model kita adalah action figure. Namun bagaiamana jika lego atau mobil? Pose dan pengaturan angel adalah kuncinya. Kombinasikan juga mainan dengan landscape untuk mendapatkan sudut yang pas.

Buatlah sebisa mungkin, mainan kamu seperti manusia dalam frame foto.

Jangan Takut Berkeskperimen

Tak ada batasan adalah keunggulan dari toy photography ini. Ciptakan peraturanmu sendiri, gaya sendiri, makna sendiri. Pakai seluruh mainanmu. Campur adukan antar mainan akan menambahkan nilai lebih.

Buat light box sendiri lalu masukan tepung terigu ataupun bedak, lalu taruh action figure tembak-tembakan yang sedang berperang melawan monster funko di tengah salju juga sah-sah saja.

Jadi, mulai lah berkarya. Kita tidak tau siapa yang akan terinspirasi dari kisah kita.

Belajar dari Orang Lain dan Gabung Komunitas

Sosial media sekarang sudah menjadi ‘ajang pamer’ untuk para content creator ataupun photographer. Jadi, gunakanlah untuk melihat-lihat karya mereka, yang masih berkaitan dengan kita. Ini bisa menjadi ide inspirasi untuk kita.

Tanya karya orang untuk lebih tau detail akan karya tersebut. Gua yakin, setiap orang yang mem-publish­ karyanya akan dengan senang hati untuk berbagi hasil pikiranya. Semua orang ramah di media sosial, kecuali pendukung politik garis keras.

Gabung komunitas untuk lebih banyak teman yang sebidang, sepemikiran, dan ajaklah kolaborasi teman-temanmu menciptakan karya yang Out of The Box.

Gear

Tidak ada keharusan dalam masalah gear. Anda punya kamera, handphone atau DSLR tidak masalah, ada mainan, di manapun latarnya, anda bisa memotretnya, maka karya hasilnya.

Tapi, gua akan kasih tips dari Seno Haryo, tidak harus mempunyai lensa makro melainkan cukup lensa normal. Bahkan lensa kit sekalipun, menurut Seno Haryo, tidak akan menjadi masalah. Justru dengan lensa makro, mainan akan terlihat mainan bukan karakter manusia yang seolah-olah hidup.

“Kalau menggunakan lensa makro malah kelihatan mainan. Saya pakai lensa biasa saja,” Katanya.

Gunakan lighting dan properti yang tersedia. Tidak harus mahal namun mengetahui efek yang dihasilkan. Jika perlu libatkan teman untuk membantu diorama/setting mini studio yang lebih rumit sesuai cerita yang diinginkan.

“Seperti ini, hanya lampu LED yang banyak dijual nggak sampai Rp 20.000. Yang penting efektif dan ada fungsinya,”

Toy Photography Indonesia (ToygraphyID)

toy photography

Ini komunitas toy photographer di Indonesia. Untuk lebih jelasnya silahkan buka akun Instagram komunitas yang sudah mulai dari 2012 ini, ya. Pembuatnya adalah Mate Tampan, toy photographer juga.

Udah

Pada akhirnya, semua hal itu punya pasar dan peminatnya. Tergantung dari apa kita melihat peluang itu. Bahkan ikan cupang bisa dijual jutaan rupiah ke eropa. Mungkin saya akan membahasnya di lain kesempatan.

Quote dari Pinotski a.k.a Pinot W. Ichwandard.

“Iseng kok bisa bagus?” Karena iseng juga punya hak jadi serius. Seperti halnya hubungan dua manusia, iseng kenalan eh sekarang punya anak udah bisa jalan.

Keep Sarungan!

Leave a Comment