Rhafar Ramadhan Halo! Gua hanya seorang fans Arsenal yang hobby baca, nulis, nyari duit, dan ngaji. Semoga artikel-artikel di sarungan.net bermanfaat, ya!

Anak Film Wajib Tau Teknik Pengambilan Gambar dengan Kamera

6 min read

Pengambilan gambar menjadi teknik yang sangat dibutuhkan oleh photographer (fotografer) ataupun videographer (vidiografer) karena mereka yang akan menghasilkan gambar atau video yang ditampilkan ke penikmatnya.

Selain itu, para film maker juga perlu mengetahui teknik pengambilan gambar supaya bisa mengarahkan kru-krunya untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Makanya sinematografi sangat dipengaruhi dalam luas wawasan dan referensi kita dalam teknik pengambilan gambar.

Yuk, kita bahas.

Baca Juga:
Kilas Balik Sejarah Fotografi yang Mengagumkan!
Potrait photography Lebih Dari Foto Wajah (Pembahasan Lengkap!)
Pembahasan Lengkap Human Interest Photography Untuk Pemula
25+ Jenis Fotografi yang Wajib Anda Ketahui (dan Contoh)!

Pengertian Teknik Pengambilan Gambar

Dalam bahasa inggris adalah shooting techniques, yang berarti teknik dalam memilih luas area frame yang akan dipakai pada subjek sesuai dengan kebutuhan atau teknik yang dipakai.

Walaupun ada aturan, tapi para seniman boleh melanggar aturan tersebut jika bisa mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Namun jika tidak tau aturanya, makan para seniman harus mengetahui aturan yang benar dalam memilih luas area frame (lebar atau sempit) sampai pada batasan pemotongan subjek oleh frame yang sesuai dengan teknik pengambilan gambar tersebut.

Teknik Pengambilan Gambar Video

Dalam videografi, kita harus tau video macam apa yang akan kita buat. Kita perlu banyak riset, corat-coret dan sebagainya, agar tau akan menjadi apa film atau video tersebut. Maka dari itu, persiapan, pengetahuan, dan kemampuan akan menjadi penting dalam pembuatan video.

Pengetahuan teknik mengambil gambar atau shooting techniques harus kita ketahui. Dan ada dua macam teknik dalam pengambilan gambar video yaitu berdasarkan sudut kamera atau camera angle dan ukuran gambar.

Mari kita bahas satu-satu.

Teknik Pengambilan Gambar Video: Sudut Kamera/Camera Angle

Camera angle adalah penanda lokasi yang spesifik di mana kamera ditempatkan untuk mengambil gambar. Sebuah adegan dapat diambil dari beberapa sudut secara bersamaan untuk mendapatkan hasil yang dinginkan. Ini bisa memberikan pengalaman berbeda atau emosi yang diinginkan.

Ada 7 angle dalam pengambilan gambar.

1. Frog Eye

Teknik pengambilan gambar frog eye

Shooting technique ini membuat kamera sejajar dengan tanah, seperti katak yang ada di tanah dan melihat ke subjek yang berukuran lebih besar. Bisa juga kamera disejajarkan alas atau bawah objek dan posisinya lebih rendah daripada objek. Nantinya gambar yang diambil akan terlihat besar, dengan objek gambar yang terkesan agung, angkuh, ataupun kokoh.

2. Low Angle

Low Angle Shot

Dalam sinematografi, low angle shot ini adalah bidikan dari sudut kamera yang ditempatkan atau diposisikan di bawah garis mata, dengan mengarah ke atas. Bisa juga di bawah kaki karakter yang akan kita ambil gambarnya, atau yang disebut dengan extreme low angle shot.

3. Eye Level

teknik pengambilan gambar eye level

Eye level ini mengacu pada saat level kamera berada di tempat yang tingginya sama dengan mata karakter dalam frame. Sudut kamera ini tidak mesti mengharuskan penonton untuk melihat mata aktor atau karakter, dan karakter tidak perlu juga melihat langsung ke kamera agar bisa dianggap sebagai eye level shot.

Eye level shot mensimulasikan standar penglihatan manusia sehingga menyajikan informasi visual melalui sudut pandang yang umum.

4. High Angle

High angle

High angle ini adalah teknik di mana kamera melihat karakter atau subjek/objek dari atas. Sehingga karakter akan menjadi lebih kecil dan memberi kesan dramatis serta kerdil.

5. Bird Eye

teknik pengambilan gambar bird eye

Bisa dibilang ini level up dari high angle, karena posisi kamera berada di atas ketinggian dalam merekam gambar, dan memberikan hasil yang lebih luas seperti lingkuang sekitar yang lebih luas, benda-benda lainya menjadi lebih kecil yang ada di sekitar objek.

6. Slanted

dutch angle

Slanted ini bisa dibilang juga dutch angle, yang sengaja dimiringkan ke satu sisi. Ini akan memberikan efek dramatis dan membantu menggambarkan kegelisahan, disorientasi, tindakan panis, putus asa, kegilaan, dll dalam sinematografi.

7. Over Shoulder

Teknik pengambilan gambar over the shoulder shot

Over shoulder atau di atas bahu adalah pengambilan gambar di mana kamera ditempatkan tepat di belakang aktor yang off-screen sehingga bahu mereka berada di frame saat mengambil gambar aktor yang on-screen.

Teknik Pengambilan Gambar Video: Ukuran Gambar

Dalam pengambilan gambar, kita juga membahas berapa ukuran yang akan kita gunakan dalam mengambil gambar. Kecil atau besar gambar selalu berbanding lurus dengan tujuan dari pengambilan gambar tersebut. Gunanya akan menunjukan atau memperjelas situasi, kondisi, ataupun emosi objek gambar.

Mari kita bahas satu-satu dulu, ya!

1. Extreme Close Up (ECU)

Extreme Close Up

Extreme Close-Up atau ECU adalah suatu teknik dalam mengambil gambar yang sangat berguna dalam sinematografi, tapi karena begitu mencolok, sangat penting untuk kita mengetahui dengan benar bagaimana dan kapan menggunakan teknik yang satu ini, agar bisa enak dinikmati para penonton.

Definisi dari Extreme Close-Up adalah mem-frame subjek dengan sangat dekat, yang memungkinkan bagian luar subjek terpotong oleh tepi frame. Pada seorang aktor, ini biasanya digunakan untuk menunjukan bagian-bagian tertentu dari tubuh seperti wajah, mulut, atau salah satu dari kedua matanya.

Selain aktor, benda mati juga bisa dijadikan bidikan dalam extreme close-up ini, tapi harus berdasarkan pada skala dan ukuran objek.

2. Big Close-Up (BCU)

Big close up ini sedikit di-zoom out dari extreme close-up. Target dari teknik Big Close-Up adalah dari dahi hingga dagu wajah seseorang. Seperti biasa, ini akan memberikan kesan emosional dari wajah yang disorot ataupun suasana dan situasi yang diinginkan.

3. Close Up

Teknik pengambilan gambar close up

Nah, ini adalah ukuran pengambilan gambar yang paling umum. Sering diambil pada jarak yang relatif dekat pada lensa yang lebih panjang. Keuntungan dari menggunakan teknik ini adalah memberikan tampilan yang terperinci dan intim dari yang biasanya kita lewatkan.

Close Up adalah foto atau pengambilan gambar yang diambil dari subjek atau objek dalam jarak dekat yang dimaksudkan untuk menunjukan detail yang lebih besar kepada penontonya. Kita harus mengenali citra dalam frame, dan jika pengambilan gambar close-up ke aktor, harus ada hubungan emosional yang jauh lebih signifikan antara penonton dan subjek atau objek yang ditampilkan dalam pengambilan gambar.

Teknik ini memberikan sinyal kepada penonton bahwa yang di close up ini penting.

4. Medium Close-Up (MCU)

Bukan Marvel Cinematic Universe, tapi medium close up adalah ketika seseorang pembuat film menempatkan pengambilan gambar dengan kamera yang menyorot aktor dalam frame, tepat di atas kepala hingga sekitar pertengahan badanya. Ini akan memberikan emosi dan ekspresi wajah aktor sambil tetap mempertahankan beberapa latar belakangnya.

Sering digunakan ketika adegan perlu ditutupi dengan metode standar yang tidak mengejutkan penonton. Atau adegan yang membutuhkan pendekatan naratif yang netral.

5. Medium Shot (MS)

Teknik pengambilan gambar medium shot

Medium shot ini ber-orientasi pada jarak sedang dari subjek. Ini digunakan pada adegan yang memerlukan dialog, tetapi juga menggambarkan bahasa tubuh dan lebih banyak suasana atau situasi dalam pengambilanya. Seringkali akan mengambil frame beberapa subjek serta sebagian dari latar belakang dan ruang lainya.

6. Full Shot (FS)

Full shot

Full shot adalah nama lain dari wide shot atau long shot. Jadi ini full shot ini bisa disamakan dengan long shot. Tergantung kita menganut ajaran yang full shot dan long shot disamakan atau yang dipisah.

Full shot ini mengambil gambar subjek sepenuhnya dari kepala hingga kaki jika yang diambil adalah orang. Pengambilan gambar ini menggunakan rasio aspek 4×3.

Full shot ini biasanya dimaksudkan untuk memberikan kesan atau hubungan antara subjek atau objek dengan lingkunganya. Dan juga diambil menggunakan lensa lebar atau wide-angle lenses.

7. One Shot (1S) dan Two Shot (2S)

Teknik pengambilan gambar two shot

Teknik dalam pengambilan gambar yang dua ini adalah untuk menampilkan 1 objek saja yang kita ambil gambarnya, sedangkan yang two shot atau 2S adalah adegan dua objek yang saling berhubungan atau ada keterlibatan percakapan atau sejenisnya.

8. Group Shot

Group shot

Dan yang terakhir dari pengambilan gambar video berdasarkan ukuranya, adalah group shot yang berarti tingkatan dari two shot. Group Shot adalah pengambilan gambar yang menampilkan banyak orang atau kumpulan orang, seperti kerumunan orang di jalan ataupun pasukan yang berbaris dan sebagainya.

9. Extreme Long Shot

Teknik pengambilan gambar extreme long shot

Extreme Long Shot ini menampilkan area atau latar yang sangat luas dan memasukan juga objek-objek lainya di sekitar subjek utama.

Tantangan dari teknik pengambilan gambar ini adalah bagaimana subjek yang terlihat agak kecil tetap menjadi point utama atau pusatnya dibanding latar yang sangat luas di dalam frame. Maka dari itu perlu mendapatkan komposisi yang pas untuk menyatukan subjek utama dengan kondisi sekitarnya supaya bisa menjadi satu kesatuan yang pas.

10. Long Shot

Long shot

Yang diambil dari long shot adalah seluruh tubuh subjek tanpa adanya bagian yang terpotong frame. Ini akan memfokuskan pada subjek yang kita ambil dengan segala emosi, ekspresi, suasana, atau situasi tanpa ada bagian yang terpotong.

11. Medium Long Shot

Teknik pengambilan gambar medium long shot

Mirip dengan long shot, hanya saja dalam medium long shot ini subjek diambil gambarnya dari lutut hingga kepala (biasanya). Frame lebih sempit dibanding long shot, tapi tetap memberi kesan situasi atau yang lainya pada subjek utama.

12. Full Shot

full shot

Full Shot adalah framing dari kepala ke kaki, dengan subjek yang secara kasar mengisi frame. Penekanannya cenderung lebih pada tindakan dan gerakan daripada keadaan emosi karakter.

Teknik Pengambilan Gambar Video: Tambahan

Kali ini, ada beberapa tambahan dalam pengambilan gambar, di luar dari sudut pengambilan gambar dan ukuran yang ingin kita ambil. Yang jelas ini akan menambah referensi kalian dalam pengambilan gambar video, apalagi kamu yang sedang memperdalami sinematografi.

Yuk, kita ulik apa saja tambahanya itu?

Tracking Shot

Tracking shot adalah setiap pengambilan gambar dengan menggerakan kamera pada suatu adegan dalam waktu yang lama. Biasanya men-tracking pergerakan subjek yang sedang berjalan, meskipun bisa juga hanya untuk memamerkan pemandangan.

Zoom Shot

Harusnya masuk bagian pengambilan gambar berdasarkan ukuran, namun kita masukan sini saja, ya.

Zoom Shot ini diambil oleh kamera dengan fokus lensa yang disesuaikan sedemikian rupa untuk memberikan kesan ilusi yang bergerak lebih dekat atau bisa lebih jauh dari sebuah adegan. Bisa menggunakan lensa zoom, yang memiliki rentang lebih besar dan dapat memperbesar lebih dekat daripada lensa standar.

Zoom shot sebenarnya bukan gerakan kamera, tapi benar-benar memainkan atau menyesuaikan panjang fokus.

Crane Shot

Ya, seperti namanya, pengambilan gambarnya menggunakan crane atau derek.

Crane Shot diambil oleh kamera yang dipasang pada jib atau derek yang bergerak naik dan turun. Istilah ‘jib’ dan ‘crane’ digunakan secara bergantian. Fungi utama jib adalah memperluas kamera di atas tripod, menggerakan kamera ke atas, bawah, kiri, kanan, atau salah satu kombinasi tersbut. Jib tertentu bisa menjaga level kamera.

Steadicam Shot

Steadicam adalah salah satu merek stabilizer kamera untuk pengambilan gambar bergerak yang ditemukan oleh Garret Brown pada tahun 1975.

Steadicam Shot adalah pengambilan gambar dengan stabilizer kamera yang digabungkan dengan tripod, fleksibilitas handheld kamera, dan movemen capability of a dolly. Steadicam ini menjaga kamera dari goncangan dengan mengisolasi secara mekanis gerakan kameramen agar selalu menghasilkan gambar yang halus.

Kameramen steadicam ini biasanya mengenakan rompi yang terpasang pada rig kamera. Ini membuat kamera hampir tanpa memiliki bobot sehingga mudah dikontrol. Makanya bisa menghasilkan gambar yang halus ke segala arah, walaupun tempat adeganya di tikungan, tangga, atau jalan yang bergelombang.

Cowboy Shot

Cowboy Shot (alias American Shot) Variasi dari Medium Shot, ini mendapatkan namanya dari film-film Barat dari tahun 1930-an dan 1940-an, yang akan membingkai subjek dari pertengahan paha hingga sesuai dengan sarung pistol karakter ke dalam bidikan.

Video Teknik Pengambilan Gambar yang Keren

Penutup

Itulah beberapa teknik dalam pengambilan gambar yang bisa kalian pelajari lebih lanjut, bisa kalian ulik, bisa kalian coba-coba sendiri. Siapa tau ada beberapa teknik yang belum pernah anda gunakan sebelumnya dan ternyata bisa meningkatkan sinematografi atau hasil fotografi kalian.

Iya, teknik ini berlaku juga dalam hal fotografi, jadi jangan takut untuk mencobanya, ya! Sampai jumpa dipembahasan menarik lainya.

Keep Sarungan!

Rhafar Ramadhan Halo! Gua hanya seorang fans Arsenal yang hobby baca, nulis, nyari duit, dan ngaji. Semoga artikel-artikel di sarungan.net bermanfaat, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *