Halo! Gua adalah seorang fans Arsenal yang kebetulan suka baca buku, main game, olahraga, menabung, dan mengaji.

Mengenal Teknik Melukis yang Harus Diketaui Pelukis (+ Rahasia Teknik Melukis Pelukis Dunia)!

Melukis menjadi media untuk kebanyakan orang, apalagi yang suka seni (tapi tidak teknik melukis), untuk mencurahkan isi hati, ekspresi atau untuk kesenangan pribadi. Namun, banyak juga yang belum tau teknik melukis atau dia termasuk jenis teknik melukis apa.

Jadi, gua akan membahas tentang apa aja teknik melukis itu. Agar kita tau, seperti apa jenis tulisan kita dan tidak kebingungan saat ditanya orang, teknik apa yang kita pakai.

Namun sebelum itu, kita harus tau arti dari melukis.

Pengertian Melukis

pengertian melukis
by bodobe

Seperti biasa, menurut Wikipedia melukis adalah mengolah suatu medium dua dimensi atau suatu permukaan dari sebuah objek tiga dimensi untuk mendapatkan kesan tertentu. Mediumnya, bisa berupa kanvas, kertas, atau papan dan tembok.

Sedangkan untuk kata dasar melukis, yaitu lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa.

Sedangkan untuk pengertian teknik melukis adalah cara yang digunakan pelukis untuk melukis.

Teknik-teknik Melukis

Setelah tau apa itu melukis secara singkat, dan tau teknik melukis itu apa maka sekarang kita akan membahas beberapa teknik dalam melukis. Semoga di bawah ini adalah ciri-ciri atau karakteristik lukisan yang suka kamu buat. Atau bisa menjadi referensi kamu untuk para pemula dari dunia melukis.

Yuk, mulai!

Teknik Melukis Aquarel

Teknik melukis Aquarel
by ractapopulous

Teknik melukis yang pertama adalah aquarel atau orang luar negerinya menyebutnya watercolour techniques, adalah sebuah teknik yang menggunakan cat air sebagai bahan melukisnya, dengan sapuan warna yang tipis sehingga menghasilkan lukisan yang bernuansa transparan.

Ada 5 basic menggunakan teknik ini, yang siapa tau akan berguna untuk kamu.

  1. Teknik Wet-on-Wet

Teknik ini adalah menambahkan cat basah ke permukaan basah. Biasanya digunakan untuk melukis langit dan lanskap.

  1. Teknik Wet-on-Dry

Secara umum sebagian besar cat air aliran ilustrasi menggunakan teknik ini, menggunakan cat basah di area yang kering. Teknik ini digunakan untuk mencapai bentuk yang lebih tepat dan terdefinisi.

  1. Teknik Building Up Color

Teknik ini membangun warna dari air biasa hingga campuran cat yang jenuh.

  1. Teknik Gradients

Mirip seperti building up color, tetapi alih-alih bekerja dengan air biasa dan nilai berbeda dari satu warna ke warna yang lain. Gradasi warna.

  1. Teknik Getting Precise

Ini adalah teknik untuk melatih melukis di sekitar bentuk-bentuk tepi yang ada ada di lukisan. Singkatnya, melukis warna dasar.

Teknik Melukis Plakat

teknik melukis plakat
by andrizoelanda09

Banyak orang yang sangat menyukai hasil dari teknik melukis plakat. Adalah teknik melukis menggunakan cat minyak, cat akrilik, dan cat air dengan sapuan kuas yang tebal dan kental, membuat lukisan ini kaya akan warna.

Banyak para pelukis yang menggunakan teknik ini untuk membuat karya yang bisa dijual dengan harga yang tinggi. Walaupun ada yang menganggap karya lukis-nya biasa saja, tapi ada para pecinta seni yang bersedia membeli hasil lukisanya dengan harga yang tinggi.

Teknik Melukis Spray

teknik melukis spray
by ShonEjai

Kalau kita suka lihat ditembok-tembok pinggir jalan ada graffiti, itu menggunakan Teknik Melukis Spray. Teknik ini bertujuan untuk menghasilkan lukisan yang lebih halus dan lebih visual.

Tak hanya ditembok, tapi di media lain kita bisa menggunakan teknik ini. Seperti papan, kanvas, sampai kertas sekalipun. Disesuaikan sama kebutuhan saja.

Ada beberapa tips dalam menggunakan teknik, untuk lebih lengkapnya bisa tonton video di bawah ini:

Teknik Melukis Pointilis

Adalah teknik melukis di mana titik-titik kecil warna yang berbeda diterapkan dalam pola untuk membentuk sebuah gambar atau lukisan. Georges Seurat dan Paul Signac mengembangkan teknik ini pada tahun 1886, bercabang dari Impresionisme.

Bisa dibilang harus punya kesabaran ekstra untuk membuat lukisan dengan teknik ini. Para pelukis menggunakan banyak warna untuk membuat gradasi warna yang mengatur gelap terangnya lukisan.

Tips untuk menggunakan teknik ini:

  1. Sebelum menerapkan titik demi titik, lepaskan semua cat berlebih dari kuas. Titik tidak boleh berair karena setelah mengering, itu tidak terlalu bagus secara visual.
  2. Jangan mencampur air berlebih di dalam cat.
  3. Ketika Sobat membuka botol cat poster baru, tiriskan minyak dari atas dan campur dengan baik dengan bagian belakang sikat Sobat untuk mendapatkan cat yang bagus, tebal, dan konsisten.
  4. Selalu ambil cat dari palet. Ini membantu Sobat untuk mencampur warna dengan baik ditambah menghilangkan cat yang berlebihan dari sikat menjadi sangat mudah.
  5. Mulailah melukis dari bagian atas kertas sehingga tangan Sobat tidak mengotori bagian bawah kertas jika sudah dicat. Untuk menambahkan lapisan, pastikan sisa mantel kering dan saat mengecat, letakkan selembar OHP (kertas transparan) di lembar gambar untuk mencegahnya menjadi kotor.

Teknik Melukis Tempera

teknik melukis tempera
by janeb13

Tempera adalah media yang popular di kalangan pelukis Renaisans sebelum munculnya lukisan cat minyak. Teknik ini mencampurkan kuning telur ke dalam cat yang berfungsi sebagai perekat.

Teknik ini biasanya digunakan untuk karya yang bertema keagamaan, dengan nada yang netral dan mencerminkan sifat subjek mereka. Karya-karya terkenal seperti Botticelli’s Birth of Venus dan The Last Supper karya Leonardo da Vinci.

Sempat popular di eropa pada aban ke 12 sampai 15.

Teknik Melukis Cat Minyak

Teknik melukis cat minyak
by 12019

Seperti namanya, teknik ini menggunakan minyak pengering sebagai media dari pigmen melukis. Untuk minyak pengering yang biasa digunakan adalah minyak kenari, poppyseed, dan biji rami.

Ada 10 tips yang bisa kalian gunakana dalam teknik melukis ini:

  1. Pegang Kuas dengan Tepat

Banyak cara dalam menggengam kuas, namun untuk mendapatkan tingkat fluiditas dan sensitivitas yang tinggi, sobat harus pegang gagang kuas sejauh mungkin. Memang tidak nyaman, namun akan menawarkan tingkat control yang besar. Karena memungkinkan sobat untuk melukis dengan seluruh lengan, bukan hanya pergelangan tangan sobat.

  1. Kuasai Orientasi Kuas

Menggunakan setiap sudut kuas sobat menambah fleksibilitas sobat. Pakailah segala sisi dari kuas, karena akan membantu melukis lebih cepat dan lebih fleksibel.

  1. Variasi Tekanan

Dengan tekanan yang bervariasi, sobat akan memvariasikan tekstur juga. Semakin berat tekanan sobat, semakin banyak cat sobat akan berbaur dan menciptakan tonjolan di sepanjang sisi sapuan kuas sobat. Kenali bagaimana tekanan ringan, sedang, dan berat sobat terlihat di kanvas dan variasikan tekanan sobat dengan tepat untuk mencapai efek yang sobat inginkan.

  1. Manfaatkan Kekuatan Media Lukisan

Media lukisan dapat memodifikasi cat sobat dengan cara yang menakjubkan.

  1. Pertahankan Kemurnian Warna

Berhati-hatilah saat Sobat mengambil tumpukan cat di palet Sobat. Pastikan kuas Sobat bersih atau Sobat akan mempertahankan warna yang ingin Sobat gunakan.

  1. Gunakan Campuran Dua Warna Jika Memungkinkan

Semakin sedikit cat yang sobat campur, semakin cerah warna yang dihasilkan.

  1. Jangan Terlalu Mencampurkan Warna

Campur sebanyak yang diperlukan.

  1. Jangan Pelit Menggunakan Cat

Gunakan cat sebanyak yang diperlukan untuk mewujudkan visi sobat.

  1. Cobalah Metode Wet-on-Wet dengan Kering

Cat akan menyatu pada kanvas saat bekerja basah-basah, yang bagus untuk mendapatkan transisi atau gradien. Melukis dengan sikat kering akan memberi sobat efek tekstur, yang sangat cocok untuk melukis batu bata atau kotoran.

  1. Pakai Pisau Palet

Terkadang,kuas terbaik untuk pekerjaan itu bukan kuas sama sekali. Pisau palet sangat berguna untuk membuat goresan tekstur yang tak terduga – efek yang sulit ditekan untuk ukuran kuas.

Teknik Melukis Basah

teknik melukis basah
by Lolame

Teknik ini punya kelebihan seperti; cat minyak yang relative sedikit (jadi sobat bisa berhemat), cat-cat minyak yang menyisa di palet masih bisa digunakan lagi (hemat banget, kan?), hasil lukisan akan terlihat lebih bersih dan proses membloknya lebih cepat.

Oh, ya teknik ini menggunakan cat minyak yang diencerkan dengan bantuan linseed oil. Cat yang diencerkan harus sesuai dengan kekentalan yang diinginkan, dan baru bisa digunakan dalam kegiatan melukis.

Teknik Melukis Kering

teknik melukis kering
by Papafox

Kalau yang tadi basah, berarti sekarang gua akan memberikan kelebihan dari teknik melukis kering ini; gampang menghampus warna dengan cara ditumpuk dengan warna lain, mudah mengontrol detail lukisan, mudah membentuk suatu volume, bentuk, dan kesan ruang, cat-nya cepat kering.

Teknik ini menggunakan cat yang baru keluar dari wadahnya. Kuas yang dipakai untuk melukis juga harus kering.

Cocok untuk lukisan naturalism, realism, dan surrealism.

Teknik Melukis Campuran

teknik melukis campuran
by pixabay

Maksudnya campuran dari teknik basah dan kering. Kelebihanya? Ya, tinggal gabungkan kelebihan teknik basah dan kering. Mereka saling menutupi kekurangan masing-masing.

Biasanya, teknik yang dilakukan di atas media atau kanvas adalah teknik kering baru diikuti dengan teknik basah, dengan cara memblok warna sambil menambahkan linseed oil, secara perlahan sampai selesai melukis.

Baca juga: Ragam Hias Geometris

Teknik Melukis dari Pelukis Terkenal Zaman Dahulu

Tadi, kita sudah membahas beberapa teknik melukis secara umum. Sekarang kita sedikit melihat ke belakang, melihat para pelukis yang paling berpengaruh di dunia ini. Kita akan mempelajari teknik rahasia dari para pelukis yang sudah meninggalkan kita terlebih dahulu.

Teknik Leonardo da Vinci’s Smoky Effects

Mona Lisa
by WikiImages

Setelah memoles panel, mentransfer gambar, membuat lukisan bawah, dan membuat glasir kemudia menunjukkan teknik sfumato dengan mencampurkan nada daging untuk membuat highlight. Dia menerapkan highlight ini pada kontur lukisan, menambahkan dalam medium (campuran minyak biji rami, terpentin, dan pernis kecil), untuk membuat tepi lembut, seperti susu, yang menyatu dengan lembut ke latar belakang.

Sfumato dalam bahasa Italia berarti ‘berasap,’ dan ini adalah kualitas yang dapat Anda lihat di banyak lukisannya – terutama di Mona Lisa

Teknik Michelangelo’s Line

sistine
by waldomiguez

Michelangelo Buonarroti menangkap esensi pahatan dengan menciptakan garis / bentuk dinamis dalam lukisannya. Dia adalah seorang pematung, tetapi dia menciptakan salah satu lukisan terbesar yang pernah dilakukan. Itu tidak di atas kanvas; itu tidak di panel dalam bentuk apa pun; [itu] di langit-langit, dan itu disebut Kapel Sistina.

Michelangelo menggunakan teknik fresco (melukis menjadi plester basah) untuk melukis satu bagian pada satu waktu, bekerja dengan cepat untuk memastikan plester tidak kering sebelum dia selesai.

Teknik Rubens’ Serpentine Contours

peter paul ruben
by anielbaez0

Teknik utama dari Peter Paul Rubens, yang dianggap “pangeran pelukis,” yang melibatkan kontur serpentine, atau garis berbentuk S. Ini seperti memodifikasi apa yang sebenarnya terlihat (kontur) untuk menciptakan gerakan dan vitalitas. Rubens juga dikenal karena menggunakan banyak warna cerah, dan ini juga menambah efek itu juga.

Ruben menggunakan sapuan kuas melengkung seperti ular ini untuk membuat bentuk dan detail, menciptakan potret realistis yang tampak hidup kembali tepat di depan mata sobat.

Teknik Rembrandt’s Chiaroscuro

rembrandt harmenszoonvan rijn
by WikiImages

Teknik Rembrandt Van Rijn yang disebut chiaroscuro. Itu bahasa Italia. Itu berarti ‘gelap dan terang,’ dan dia benar-benar menekankan itu. Jadi dia The Painter of Light jauh sebelum orang lain mendapatkan gelar itu.

Dimulai dengan tanah yang gelap, dia melukis dari gelap ke terang menggunakan sapuan kuas yang kasar untuk mencapai hasil yang dramatis!

Teknik Vermeer’s Realism

Johannes (Johan) Vermeer
by emoro

Dengan pendekatan metodis, Johannes (Johan) Vermeer akan melukis dengan cara yang sangat datar, memadukan warna hanya sedikit sambil menjaga tepiannya lembut.

Catnya sering tidak dicampur seperti yang dilakukan seniman lain. Dia hanya akan menghalanginya dari gelap ke terang dan memiliki nada yang sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda. Vermeer beraliran realisme seperti fotografi di dalam lukisannya dengan menggunakan obscura kamera: Sebuah kotak dengan lensa di bagian depan dan cermin yang ditempatkan pada sudut 45 derajat di dalam; kaca buram di bagian atas kotak akan memproyeksikan gambar yang diinginkan.

Teknik Hals’ Expressive Brushwork

Frans Hals
by Hollands

Hals akan bekerja dengan prima menggunakan sapuan “cepat dan geram” dengan gaya longgar dan bebas untuk menciptakan garis tajam dan tajam – kontras dengan kontur serpentin Ruben.

Satu hal yang dapat sobat katakan tentang lukisan Frans Hals adalah bahwa lukisan-lukisan itu tidak pernah kelihatan terlalu banyak bekerja. Mereka selalu segar dan [terlihat] seolah-olah mereka baru saja dilukis kemarin.

Teknik Van Gogh’s Line & Color

lukisan van gogh
by rawpixel

Gaya Vincent van Gogh yang unik dan mudah dikenali terus meningkat popularitasnya. Dengan warna-warna yang terinspirasi oleh Vermeer, lukisan-lukisan van Gogh dipenuhi dengan energi, semangat, dan garis pekerjaan yang memikat – dengan tujuan khusus digunakan untuk mengarahkan Anda kembali ke titik fokus. Mungkin saja dia hanya menjual satu lukisan dalam hidupnya. Tapi hari ini, lukisannya memerintahkan harga tertinggi di lelang.

Teknik van Gogh dengan memuat dua sikat datar dalam cat tebal (menggunakan warna berbeda di setiap sisi) untuk membentuk dua warna berdampingan dengan setiap tekanan cepat.

Teknik Melukis untuk Pemula (Kesimpulan)

pelukis pemula
by Free-Photos

Mungkin dari sekian banyak deretan jenis-jenis teknik melukis, masih ada teknik lain yang belum gua sebutkan. Namun pertanyaanya, teknik apa yang cocok bagi seorang pemula?

Tidak ada yang pasti untuk ditentukan dalam awal berseni, yang penting sobat terus berkarya, belajar, tanya pada yang ahli, dan tetap semangat. Pasti kalian akan menemukan teknik yang terbaik dan cocok untuk sobat-sobat semua.

Keep Sarungan!

1 thought on “Mengenal Teknik Melukis yang Harus Diketaui Pelukis (+ Rahasia Teknik Melukis Pelukis Dunia)!”

Leave a Comment