Halo! Gua adalah seorang fans Arsenal yang kebetulan suka baca buku, main game, olahraga, menabung, dan mengaji.

Ragam Hias Geometris: Yuk, Kenalan dengan Jenisnya!

Ragam Hias Geometris – Kalian pernah melihat sebuah kaos putih kosong, atau vas bunga polos lalu dilukislah sebuah lukisan yang geometris di tempat kosong tersebut. Dan jadilah sebuah hias geometris.

Masih bingung? Tenang gua akan membahasnya dikit demi sedikit, mulai dari pengertian, contoh, sampai video tutorial.

Lanjut scrolling, yuk.

Sejarah Ragam Hias Geometris

Sejarah seni hias
falco from Pixabay

Sejarah berhubungan dengan masa lampau, namun sebenarnya seberapa jauh kita sekarang ini dari masa manusia pertama diciptakan? Ini adalah hal masih debatkan. Sama seperti kapan awalnya seni itu diciptakan.

Malah ada golongan yang menyebutkan, manusia pertama adalah ciptaan dari karya seni.

Tapi kita tidak membahas itu.

Untuk pukul ratanya, seni ragam hias ini tercipta saat manusia bisa melukiskan sesuatu. Entah itu manusia purba yang membuat symbol dan gambar.

Oke, sepakat?

Pengertian Ragam Hias Geometris

Pengertian ragam seni geometris
Sumber: Aliko Sunawang from Pixabay

Etimologi Hias dalam bahasa Yunani adalah Orname yang artinya hiasan atau menghias. Tujuan dari seni ragam hias ini adalah mengisi kekosongan pada permuukaan suatu karya seni. Selain itu bisa juga untuk memperindah suatu karya seni. Ditambahin lah biar lebih manis.

Itukan hias, kalau ragam hias?

Ragam hias juga sebenarnya sama seperti Ornamen. Tapi ragam hias, khususnya di Indonesia adalah seni rupa yang sangat melekat dengan bangsa Indonesia. Ibarat kata, identitas bangsa.

Ragam hias juga bisa diartikan sebagai pola berulang pada suatu karya seni. Udah sering kita temui berbagai macam ragam hias, seperti kain batik, songket, dan sebagainya. Bahkan gapura di gang juga bisa dibikin hiasan geometris ini.

Ragam hias setiap daerah di Indonesia, walaupun terlihat sama atau mirip, tapi ternyata banyak perbedaanya lho. Karena ragam hias setiap daerah dilatar belakangi oleh budaya masing-masing daerah. Punya ciri khas dan karakternya masing-masing.

Oke, lanjut ke jenis-jenis, ya.

Baca Juga: Puisi Lama: Beda Puisi Lama dengan yang Lainya.

Jenis Ragam Hias Geometris Apa aja, sih?

Karena ini ragam hias geometris, berarti memiliki unsur-unsur garis, ruang, bidang, dan sudut. Garis juga tidak hanya garis lurus, ada melingkar, spiral, zig-zag dan lainya.

Bidang juga banyak macamnya, lingkaran, persegi panjang, segita, dan yang lainya. Jika bidang dan garis dikombinasikan akan menghasilkan karya yang menabjukan.

Makanya, sekarang jaman kolaborasi, bukan perang lawan competitor.

Oke, apa aja sih jenis-jenisnya?

Caplokan

Caplokan
Sumber: Mikirbae

Apaan caplok? Dicaplok ular?

Iya, maaf saya garing.

Caplok atau ceplok adalah sebuah hiasan yang dibuat dengan bulatan. Biasanya motif ini hanya memiliki satu motif yang disusun secara berulang-ulang dengan penempatan yang tepat.

Caplok juga ada motif yang sudah umum. Seperti:

  • Ceplok Nogosari
  • Ceplok Supit Urang
  • Ceplok Cakra Kusuma
  • Ceplok Truntum

Bisa juga motif-motif yang ada diatas digabungkan dan menghasilkan motif caplok yang baru.

Kawung

Kawung
Sumber: Shutterstock

Orang sunda pasti tau artinya apa. Ya, kawung dalam bahasa sunda artinya kolang-kaling.

Memang, kalau ngelihat motif ini rasanya mau buka puasa aja, padahal gak puasa.

Maksudnya, kalau ngelihat ini, seperti melihat kolang-kaling atau buah aren itu.

Tapi, ada versi lain yang mengatakan bahwa motif kawung ini terinspirasi dari binatang kuwangwung. Gua juga kurang yakin kuwangwung itu binatang apa. Apa monster dari dunia Godzilla?

Dan setelah gue telusuri, kuwangwung ini semacam serangga. Macam Kamen Rider Kabuto.

Kabuto

Ragam hias jenis ini adalah motif kuno yang diciptakan oleh seorang Sultan Mataram pada abad ke 13. Dan motif ini menjadi motif para bangsawan atau kalangan atas.

Motif ini juga memiliki makna, agar manusia selalu menjadi makhluk yang bermanfaat seperti pohon aren yang seluruh bagianya bisa dimanfaatkan. Makna lain, dalam adat Jawa tepatnya, adalah satu titik pusat keraton. Nama lain dari jenis ini adlah papat madhep limo pancer, empat titik yang membentuk garis dan menghadap kepada satu titik (pusat).

Pilin

Pilin

Pilin ini kalau dilihat mirip bentuk S yang udah diatur dengan ctrl+B alias Bold (tebal). Ada juga yang seperti SS alias pilin ganda (blok SS ctrl+B). Selain S, motif ini mirip dengan motif parang.

Karena S itulah, motif ini terlihat seperti motif spiral yang terus berkembang karena zaman. Bentuk kreatif pilin ini juga ada beberapa lainya, seperti:

  • Pita
  • Berumbai
  • Untaian
  • Pusaran

Ragam hias ini cocok dijadikan motif sampingan atau pinggiran atau utama. Karena motif ini sangan fleksibel. Makanya kita suka melihat motif ini di kain-kain yang dikenakan oleh ibu-ibu yang menggendong bayi.

Ya, kalau anda di Amerika, ya susah nemu ibu-ibu gendong pakai kain ini.

Tumpal

Sumber: Barinly

Kalau tadi seperti huruf S, nah motif ini memiliki bentuk segitiga sama kaki. Ternyata bentuk segitia sama kaki ini melambangkan hal magis, setidaknya pada zaman prasejarah.

Pantesan Segitiga Bermuda banyak dikaitkan dengan hal ghaib.

Tapi, motif tumpal ini juga bisa dikatan sebagai konsep kesatuan (dari sumber yang lain). Ibarat setiap titik saling berhubungan atau selaras (kosmos) antara 3 hal; Manusia, Semesta, dan Alam Lain.

Pantesan Ultraman Cosmos punya jurus musuh jadi baik.

Ultraman cosmos

Kreasi untuk motif ini biasanya dengan disusun secara berderan, dengan posisi motif tumpal yang ujungnya lancip dibalik dan yang dibawah menghadap atas. Macam gigi Dinosaurus.

Motif ini juga biasanya dijadikan sebagai motif sampingan. Segita tiga dalam motif ini bisa dikosongkan, atau bisa juga dihias bagian dalamnya dengan garis, atau bintang-bintang. Sesuai selera.

Motif ini bisa kita temui di ukiran candi atau kain batik.

Swaskita

Swastika

Kembali ke huruf, kali ini motif swaskita memiliki bentuk dasar. Yaitu huruf Z. Ya, lebih ke zig-zag yang saling berlawanan. Ada pula motif yang saling berkaitan antar motif satu sama lan yang disebut banji.

Swastika berasal dari kata Swastyastu yang berarti dalam keadaan baik. Orang Bali pasti sering nyebut ini. Motif ini juga memiliki symbol yang paling suci dalam kepercayaan agama Hindu. Konon ini adalah motif tertua, sekitar 4000 tahun yang lalu.

Motif ini sering kita jumpai di koin, keramik, senjata, perhiasan, atau altar. Pokoknya yang berhubungan dengan benda-benda bersejarah. Tapi, bukan berarti kamu dilarang bekreasi dengan motif ini, lho.

Meander

Meander

Kalau kalian pernah nonton kartun Hercules jaman dulu, pasti sering melihat motif ini. Ya, motif ini berasal dari zaman Yunani Kuno atau Romawi.  Ya, China juga ada sih motif seperti ini.

Meander artinya liku atau berkelok-kelok yang diambil dari bahasa Yunani: Meandros. Raga mini merupakan garis batasan yang terdiri dari garis yang saling berkaitan, lalu disusun secara berulang-ulang.

Motif ini, pada zaman Yunani Kuno, melambangkan kesatuan dan tidak terbatas. Banyak sekali bangunan-bangunan zaman Yunani Kuno yang memakai motif ini sebagai hiasanya. Nah, motif ini mulai terkenal dan tersebar ke penjuru dunia karena vas khas Yunani Kuno.

Udah

Kalau kamu nanti ngambil kuliah jurusan seni, pasti juga akan belajar banyak lebih dalam tentang seni ragam yang lainya. Yang jelas teruslah berkarya, bereksperimen, sebelum semua itu dilarang.

Keep Sarungan!

2 thoughts on “Ragam Hias Geometris: Yuk, Kenalan dengan Jenisnya!”

Leave a Comment