Halo! Gua adalah seorang fans Arsenal yang kebetulan suka baca buku, main game, olahraga, menabung, dan mengaji.

Puisi Kahlil Gibran: Puisi dan Hidupnya

Puisi Kahlil Gibran – Apa kalian tau bagaimana perjalanan seorang kelahiran Lebanon dan pindah ke Amerika ini menjadi seorang penyair puisi dan meciptakan banyak buku? Bagaimana kehidupanya dan kisah cintanya? Dan bagaimana akhirnya dia wafat?

Ini adalah tentang puisi, tentag Kahlil Gibran, dan serba-serbinya.

Kelahiran Kahlil Gibran

Lebanon 1883
Sumber: oldmapsofthe1800s

136 tahun silam lahirlah seorang penyair ternama di dunia. Tepatnya pada tanggal 6 Januari 1883 di Basyari, Lebanon. Walaupun namanya seperti nama islam karena menggunakan bahasa arab, namun Gibran lahir dalam keluarga yang menganut Katolik Maronit.

Tulisanya tentang alam yang kerap kali dibuat oleh Gibran mempunyai isnpirasinya sendiri. Dan Basyari menjadi inspirasi tersebut, karena Basyari sering terjadi fenomena-fenomena alam seperti badai, petir dan gempa. Menjadikan Gibran kecil sering melihat fenomena tersebut.

Seperti karya Gibran yang berjudul Alam dan Manusia. Tapi, saya akan mengutip tulisan Gibran dari karya yang lain.

 “Wahai kabut, putri sulung ibuku…engkaulah saudaraku. Bersamamu kini aku menyatu. Kedirianku telah lenyap dan hilang, segala tepian pembatasku juga telah tumbang, dan segala rantai dan belengguku tak lagi menghalang. Bersamamu aku akan melayang, bersamamu akan kuarungi samudera zaman, hingga nanti masa kedua dari kehidupan. Ketika pagi menabur embun di sebuah taman, aku akan menjelma bayi, dalam dekapan seorang perempuan.”

Namun, Gibran harus meninggalkan keindahan alam Lebanon yang dipenuhi dengan rimbunan Cedar-nya. Atau aliran air di Wadi Qadisha sebagai tempat pelarianya jika ibu dan ayahnya bertengkar.

Boston, Amerika

Boston
Sumber: Wikimedia

Tahun ke sepuluh usianya, Gibran pergi ke Boston, Amerika bersama ibu, kakaknya (Petrus) dan dua adik perempuanya (Mariana dan Sulthanah). Karena perbedaan budaya timur tengah dan Amerika, membuat Gibran kecil mengalami kejutan kebudayaan.

Seperti imigran Amerika abad 19 pada umumnya.

Ibunya, Petrus, dan kedua adik perempuanya mulai bekerja. Tapi, Gibran dilarang ibunya dan harus melanjutkan sekolahnya agar menjadi orang yang berwawasan dan terkenal. Dan akhirnya Gibran kecil memasuki sekolah negeri yang menjadi tempat belajarnya anak-anak dari segala bangsa.

Siapa sangka, Gibran menjadi murid yang pandai, bahkan tergolong jenius.

Hanya butuh waktu dua tahun menjadikan Gibran orang yang bisa menggunakan bahasa inggris secara aktif dan pasif. Dalam dua tahun itu juga kehidupan keluarga kecil mereka, yang berada di China Town dan banyak imigran Lebanon dan Syiria di sana, menjadi lebih baik. Harapan menyekolahkan Gibran sampai jenjang Pendidikan yang lebih tinggipun tercapai.

Kembali ke Lebanon

Sekian lama merindu pada tanah kelahiranya, Gibran akhirnya bisa kembali ke Lebanon, pada tahun 1898, untuk belajar di sekolah Kristen Maronite Al-Hikmat, Beirut. Gibran mengambil studi bidang bahasa dan kebudayaan Arab.

Selain terbayar kerinduan akan tanah airnya, Gibran juga bisa melepas rindu kepada ayahnya. Ya, hubungan mereka memang baik. Saat kecil ayahnya sering mengajak Gibran melancong menunggang keledai melihat laut dari puncak gunung padi.

Dan saat liburan sekolah, Gibran selalu menjenguk ayahnya di Basyari, dan ayahnya mengajak Gibran berkemah di gunung-gunung atau mengunjungi tempat bersejarah.

Kahlil Gibran dan Hala Dahir

Kahlil Gibran Muda
Sumber: Berbagi Kata

Siapa sangka, liburan ternyata bisa menjadi lebih indah bagi Kahlil Gibran. Saat liburan inilah ia bertemu dengan sosok perempuan yang bernama Hala Dahir. Ialah cinta pertama Gibran.

Cinta pada pandangan pertama itu membuat pikiran-pikiranya tergenang oleh renungan, dan melahirkan kalimat-kalimat indah nan lembut. Terkadang pula menjadikan hentakan-hentakan dahsyat, keras bagai prahara. Kisah cinta yang klasik.

Rasa cintanya kepada Hala, membuat Gibran sering mengunjungi rumahnya sekadar untuk membantu adik-adik Hala menyelesaikan pekerjaan rumah. Saat itulah Gibran dan Hala semakin sering bertemu dan saling mengungkapkan isi hati.

Cinta merasuk ke dalam kalbu, kokoh dalam relung hati masing-masing. Namun nasib berkata lain. Ya, cinta mereka tidak direstui oleh keluarga Hala.

Iskandar Hala, kakak Hala berkata kepada adiknya, “Aku tidak akan menyetujui anak gembala pemungut pajak petani menjadi suamimu.”

Dan akhirnya Hala hanya bisa pasrah dan menerima penjodohan dengan pilihan orang tuanya. Dan kisah ini ada dalam karya Gibran berjudul ‘Sayap-sayap Patah,’ dengan nama Hala diganti dengan Selma Keramy.

Puisi Kahlil Gibran Sayap-sayap Patah Puisi Kahlil Gibran Sayap-sayap Patah Puisi Kahlil Gibran Sayap-sayap Patah

Buku Sayap-sayap Patah
Sumber: Mizan

Kahlil Gibran dan Sultanah Thabit

Kisah cinta selanjutnya, adalah jatuh cintanya Gibran kepada Sultanah Thabit. Gibran bertemu denganya saat masih belajar Bahasa arab di Al-Hikmah, Beirut. Sultanah adalah seorang janda 22 tahun dan Gibran saat itu masih 18 tahun.

Mereka sering bertukar buku ataupun sekadar kirim surat. Gibran memang mencintai Sultanah, tapi lebih ke perasaan kasian karena harus menjadi janda di usia yang sangat muda.

Kembali ke Boston

Kembalinya Gibran ke Boston, pada tahun 1903, adalah sebuah ujian baru bagi Gibran. Suasana yang berbeda saat terakhir kali menginjakan kakinya di Amerika, begitu terasa. Sultanah, adiknya meninggal dunia setahun yang lalu (4 April 1902). Dan giliran kakaknya, Petrus, harus meninggal dunia di tahun 1903.

Dan yang terberat adalah saat ibunya, yang amat disayangi dan cintai meninggal dunia, tepat tiga bulan sepeninggal kakaknya. Musibah yang dating berturut-turut inilah yang membuat Gibran meninggalkan bekas luka yang dalam bagi jiwanya.

Dan Gibran sempat membuat puisi tentang ibunya.

Ibu

Puisi Kahlil Gibran Ibu

Bertemu Mary Haskell

Tulisan pertamanya yang dimuat Al-Muhajir, sebuah surat kabar asal Amerika yang menggunakan Bahasa Arab terjadi pada tahun 1904.

Selain menulis, Gibran juga aktif pada bidang melukis. Gibran berbakat terlihat pada tahun 1904, mengadakan pameran lukisan pertamanya, dibantu oleh juru potret Fred Holland. Walaupun banyak pujian, tapi tidak ada satupun yang membeli lukisanya.

Namun ada satu pengunjung yang tersentuh akan karya Gibran yang bernafaskan agama itu. Ialah Mary Haskell, seorang kepala sekolah. Menawarkan kepada Gibran untuk memamerkan lukisanya di sekolahnya.

Dan inilah awal mula kisah cinta platonic (cinta yang lepas dari nafsu birahi) antara Gibran dan Mary. Mary Haskell menjadi pendorong bagi Gibran dan mensponsor segala kegiatan Gibran. Juga menjadi editor bagi karya-karya Gibran yang berbahasa Inggris.

Gibran juga menjalin hubungan (hubungan birahi) kepada seorang wanita bernama Micheline, seorang guru asal prancis, namun tidak sampai ke jenjang pernikahan. Karena kebebasan adalah mutlak bagi jiwanya, Gibran tidak mau terikat tali perkawinan. Karena itu, seumur hidupnya ia tak pernah menikah.

Prancis

Paris, France
Sumber: Talktog

Pada tahun 1908 Gibran berangkat ke Prancis untuk mendalami ilmu seni lukis di kota Paris dan berguru kepada pelukis terkenal, Auguste Rodin. Tentu saja, semua dibiayai Mary.

Pada tahun ini juga Gibran menjadi seorang pengarang yang membahas tajam instituisi gereja dan peraturan-peraturan pemerintah yang dianggapnya bobrok, yang sengaja dibuat untuk menindas rakya. Semua itu ditulis di bukunya yang berjudul, ‘Arwah al-Mutamaridah.

Namun, reaksi atas buku ini tidaklah baik. Pemerintah Ottoman Turki, memerintahkan buku Gibran yang di pasaran harus dibakar. Penerbitan selanjutnyapun dihentikan. Dan Gibran mendapatkan hukuman dikucilkan dari keanggotaan gereja Haronite.

Dan tahun 1908 sampai 1910 tahun terakhir Gibran belajar di Prancis, tepatnya di Academie Yulien dari Ecole Des Beaux Arts. Dan akhirnya kembali ke Boston.

New York

New York 1920
Sumber: Pinterest

Pada tahun 1912 petualangan baru bagi Gibran di New York dan menetap di sana. Hingga tahun 1920, hidup Gibran di kota ini masih ditanggung oleh Mari Haskell.

Memang cinta mereka berdua begitu dalam, sampai tidak ada orang yang bisa mengubah hubungan mereka.

Cinta Gibran dipaparkan dalam surat-suratnya. 319 surat dikirimkan oleh Gibran kepada Mary. Adapun Mary mengirim 206 surat.

Gibran menulis surat kepada Mary: “Aku senantiasa mencintaimu sepanjang abad. Sungguh, aku terlalu mencintaimu sejak aku belum mengenalmu. Dan tak seorangpun yang mampu memisahkan kita. Engkau pun tak akan mampu mengubah hubungan kita, juga aku, juga Tuhan. Sebenarnya aku memiliki kesempatan banyak untuk mencintai wanita-wanita lain, baik di Boston maupun di Paris. Tapi antara aku dan kau sudah demikian lekat. Dan aku sangat berharap kepadamu, agar engkau selalu mengenal diriku. Di dunia ini engkau adalah wanita yang paling agung bagiku. Dan ikatan jiwa kita tidak akan lepas, meskipun engkau kawin tujuh lelaki yang berbeda-beda”.

Kematian Kahlil Gibran

Museum Gibran
Sumber: Wikipedia

Akibat penyakit TBC dan sirosis hati, pada tanggal 10 April 1931 jam 11 malam, Gibran meninggal dunia di usia yang ke 48 tahun.

Tubuh Gibran yang sudah sakit, ditolak oleh Gibran sendiri untuk dirawat di rumah sakit.

Jenazah Gibran-pun dikubur pada tanggal 21 Agustus di Mar Sarkis (sekarang Gibran Museum), adalah Biara Karmelit di mana Gibran melakukan ibadah.

Karya-karya Kahlil Gibran

Berikut adalah karya-karya Kahlil Gibran yang popular:

  • Sang Nabi (1923)
  • Sayap-sayap Patah (1912)
  • Si Gila (1918)
  • Pasir dan Buih (1926)
  • Roh Pemberontak (1908)
  • Air Mata dan Senyuman (1914)
  • Yesus Anak Manusia (1928)
  • Taman Sang Nabi (1933)
  • Gibran’s Little Book of Love (2007)

Puisi Kahlil Gibran

Dan inilah puisi Kahlili Gibran yang paling populer:

Puisi Kahlil Gibran

Puisi Kahlil Gibran Cinta Puisi Kahlil Gibran Kasih Sayang dan Persamaan Puisi Kahlil Gibran Kasih Sayang dan Persamaan Puisi Kahlil Gibran Kasih Sayang dan Persamaan Puisi Kahlil Gibran Persahabatan Puisi Kahlil Gibran Persahabatan Puisi Kahlil Gibran Guru

Puisi Kahlil gibran Bayang Puisi Kahlil Gibran Menunggu Puisi Kahlil Gibran Cinta yang Agung Puisi Kahlil Gibran Waktu Puisi Kahlil Gibran Tentang Pernikahan Puisi Kahlil Gibran Tentang Pernikahan Puisi Kahlil Gibran Cinta Sang Nabi Puisi Kahlil Gibran Cinta Sang Nabi

Keep Sarungan!

3 thoughts on “Puisi Kahlil Gibran: Puisi dan Hidupnya”

Leave a Comment