Potrait photography Lebih Dari Foto Wajah (Pembahasan Lengkap!)

8 min read

Potrait bisa dibilang sebagai jenis photography yang sangat digemari dan populer semua kalangan. Entah itu photographer awam maupun professional, suka dengan jenis ini. Jadi wajar jika potrait photography menjadi salah satu jenis atau genis fotografi yang paling populer.

Tapi apakah kita tau, ciri-ciri potrait photography ini? Bagaimana cara yang benar dalam memotret potrait photography ini? Atau sebenarnya kita juga tidak tau definisi dari potrait photography atau potrait fotografi?

Nah, kali ini kita akan membahas semua tentang potrait photography secara lengkap menurut kami. Kita akan mencoba mengulik pengertian potrait photography, karakteristik atau ciri-cirinya, tips hingga gambar potrait photography terbaik.

Yuk, mari kita mulai!

Baca Juga:
25+ Jenis Fotografi yang Wajib Anda Ketahui (dan Contoh)!
Pembahasan Lengkap Human Interest Photography Untuk Pemula
Teknik Fotografi dan Komposisi Fotografi Untuk Para Pemula!
Tips, Trick, dan Kenali Aerial Photography yang Menginspirasi Anda!

Pengertian Potrait Photography

potrait photography

Potrait Photography adalah jenis fotografi yang berfokus pada menangkap gambar seseorang bisa wajah atau seluruh tubuh dengan kesadaran model foto untuk menangkap esensi indentitas, kepribadian, dan emosi model foto atau orang-orang di sekitar mereka.

Atau bisa mengutip dari Richard Avedon:

Potrait Photography adalah memotret seseorang yang dia sadar sedang difoto, dan dia sadar apa yang dilakukanya termasuk sadar akan pakaian yang dia kenakan dan bagaimana penampilanya atau posenya.

Potrait photography ini harus, kudu, wajib, memerlukan persetujuan dari model foto, atau setidanya mereka sadar sedang difoto. Jika tidak perlu kesadaran, maka bisa dibilang semua foto yang ada orangnya adalah potrait photography, dan itu hanya akan membuat kata ‘potrait’ tidak berarti apa-apa.

Apa Candid Street Photopgrahy Termasuk Potrait Photography?

Mari coba kita bahas sub dari street photography, yaitu candid street photography yang berarti memasukan seseorang dalam frame kita yang bisa dibilang salah satu kriteria potrait photography.

Namun seperti namanya, candid adalah mengambil gambar seseorang dengan diam-diam atau model yang tidak sadar sedang difoto, dan ini menjadikan candid street photography bukan termasuk potrait photography.

Jika ingin mengambil gambar orang asing yang tidak dikenal, coba tarik perhatianya dan dia akan sedang difoto, dan ini akan menjadikan sebuah karya potrait fotografi.

Fashion Photography Termasuk Potrait Photography?

Kalau tadi candid photography tidak termasuk potrait karena sang model foto tidak sadar, bagaimana dengan fashion photography? Sang model sadar difoto, model juga sadar akan penampilan dan posenya, tapi sayangnya ini bukanlah potrait photography.

Dalam fashion dan beauty photography, gambar lebih menonjolkan atau lebih menceritakan tentang pakaian dan make up yang dia kenakan. Dan setiap model atau model yang melakukan hal-hal modelesque, itu akan menggagalkan seni potrait photography.

Karakteristik Potrait Photography

potrait photography

Potrait fotografi ini tentang wajah, tujuanya fotografer bisa mengambil gambar atau foto dengan hati-hati dari fitur wajah seseorang atau model-nya sambil menonjolkan sisi sikap, identitas dan kepribadian seseorang. Latar yang buram dan tubuh seseorang juga bisa menjadi komposisi potrait photography, tapi bukan itu, ya yang ditekankan dalam jenis fotografi ini.

Potrait photography biasanya diatur dan setting sedemikian rupa hingga bisa merencanakan dan latihan bersama klien atau model untuk menghasilkan karya fotografi yang baik dan bagus. Makanya, candid bukan termasuk potrait photography.

Apa berarti potrait photography tidak bisa terlihat jujur?

Tidak juga. Ini harus diperhitungkan dengan sikap objek secara keseluruhan dan tujuan dari gambar tersebut. Terlepas jujur atau tidak, harus direncanakan dengan matang bersama model atau klien. Latar belakang, alat peraga dan tambahan, pakaian atau kostum, posisi dan gaya klien, dan sudut atau angle foto harus disiapkan sebelum pemotretan dimulai.

Pendekatan atau Gaya Potrait Photography

Dalam potrait fotografi ini setidaknya ada 3 jenis pendekatan, yaitu lingkungan, konstruktif, dan jujur. Jika kita memiliki klien atau punya project dengan model yang kita punya, kita harus memilih pendekatan yang sesuai berdasarkan jenis yang mau kita ambil. Yuk, kita bahas satu-satu apa saja pendekatanya.

Pendekatan lingkungan

Dengan jenis pendekatan ini, berarti model kita harus diposisikan di lingkunganya atau di suasana yang dia suka yang berbicara dengan identitas atau profesi orang tersebut. Misalnya jika model menyukai kuda, maka gambar yang kita ambil adalah objek di kandang kuda sambil menyikat kuda, tanpa perlu seluruh bagian kuda terlihat. Atau jika objek (model) kita adalah seorang penulis, maka latarnya bisa dimabil di kantor dengan model yang memegang pena dan notepad.

Pendeketan Kontruksionis

Maksudnya adalah potrait tentang membangun emosi dan mengembangkan suasana. Fotografer dapat memilih untuk mengatur suasana melalui latar belakang, pencahayaan, dan bahasa tubuh seseorang untuk membangun emosi yang ingin disampaikan.

Misalnya model kita adalah calon ibu yang memegangi perutnya dan melihat ke bawah untuk menyampaikan gagasan tentang menunggu. Atau paling sederhana, model menatap kamera dengan serius dengan latar belakang yang minim untuk mendapatkan sikap serius.

Pendekatan Candid

Walaupun tadi candid tidak termasuk jenisnya, nah pendekatan atau metode candid yang diatur termasuk dalam potrait photography juga. Ini adalah bagaimana model melakukan pose candid yang telah diatur tanpa menghilangkan kesan potrait itu sendiri.

Tips Potrait Fotografi (Potrait Photography Tips)

Untuk anda yang masih merasa awam dalam hal potrait fotografi dan ingin meningkatkan kualitasnya, atau kalian sudah berpengalaman namun ingin menambah wawasan dan referensi, sekarang kita akan membahas tips potrait photography!

1. Pilih Latar Belakang yang Sempurna

Dalam potrait fotografi ini, latar belakang bisa dibilang sama pentingnya dengan subjek atau model kita sendiri. Latar belakang yang mengganggu atau ‘lebih menarik’ akan mengalihkan perhatian para penikmat karya fotografi dibanding subjek atau model kita, yang harusnya menjadi POI dalam karya kita.

portrait-photography

Biasanya para potrait photographer akan menggunakan latar belakang yang netral dan tidak berantankan, sehingga tidak mengalihkan para penikmat karya fotografi kita.

Namun background atau latar belakang yang netral bukan berarti sepenuhnya harus polos. Anda bisa menggunakan dinding atau pagar yang berwarna menarik atau tekstur yang indah.

Selain warna netral atau dinding dan pagar, anda juga bisa memasukan objek lainya di latar belakang untuk memberikan kesan atau konteks tambahan yang mencerminkan/sesuai dengan model kita. Misalnya, seorang pelukis dengan canvas putihnya, nelayan di depan perahu, atau musisi di depan gitarnya.

portrait-photography

2. Persiapkan Model Untuk Pemotretan

Kamera terbaik dan termahal kalian, nantinya tidak akan berguna untuk untuk menghasilkan karya fotografi yang baik jika model anda tidak siap, nyaman, santai, atau mood yang baik.

Ada yang bilang, difoto adalah suatu kegiatan yang tidak natural dan bisa membuat stres untuk beberpa orang, dan tugas kita sebagai fotografer adalah menjadikan pekerjaan itu (difoto) sederhana, menyenangkan, dan tidak bikin stres. Buat obrolan ringan sebelum perfotoan, jangan beri beban berlebih kepada model kita, apalagi modelnya adalah teman kita yang merasa tidak enak jika gambarnya jelek karena model tersebut kurang baik dalam perfotoan.

portrait-photography

Anda juga sebaiknya kasih arahan, akan seperti apa mengambil foto dan dari sudut mana. Tanyakan juga kepada model lebih suka diambil dari angle mana dan gaya seperti apa. Terbuka dalam segala kritik dan saran.

Jika model anda anak kecil dan termasuk dalam Children Potrait Photography, bicaralah dengan lemah lembut. Beri tau kalau kita akan bersenang-senang dan bermain. Kalau bisa beri hadiah setelah perfotoan.

Periksa juga model kita untuk kemungkinan ada hal-hal yang mengganggu seperti bulu pada pakaian, kancing dan ritsleting yang tidak rata, kerah yang tidak rapih, dan sebagainya. Kita juga harus mempersiapkan diri seperti menyiapkan kamera dan peralatan tambahan apa yang kita perlukan. Coba ambil beberapa gambar awal sebelum memberi instruksi kepada model kita nantinya.

3. Ambil Gambar Seperti Seorang Pro

portrait-photography

setelah model kita siap, nyaman, dan santai, saatnya kita harus pertahankan suasana itu selama pemotretan (maupun setelah pemotretan). Bekerjalah dengan cepat tetapi dengan percaya diri dan tetap tenang, berikan instruksi kepada model kita dengan jelas saat kita memotret-nya.

Kecil kemungkinanya mereka tahu harus berpose seperti apa, untuk itu kita yang harus memberikan mereka instruksi yang jelas secara terus-menerus. Tapi, jangan terlalu mem-bombardir dengan permintaan yang rumit tapi minta mereka membuat penyesuaian kecil dan sederhana, misalnya ‘angkat dagu anda sedikit,’ ‘luruskan punggung anda,’ ‘sekarang lihat aku.’ Dan seterusnya.

portrait-photography

Untuk tips dalam pemotretan ini, kalian bisa minta model untuk duduk. Ini akan membuat mereka diam dan mereka akan merasa lebih santai dan nyaman. Bisa juga model agak condongke arah kamera untuk bisa mendapatkan pose yang lebih menarik. Jika model ingin terlihat lebih ramping, model bisa memiringkan pinggangya dari kamera dan akan terlihat lebih ramping.

Bisa juga anda menambahkan aksesoris atau alat tambahan lainya, bisa topi, kacamata, balon, pena, bunga, atau alat musik.

4. Pencahayaan yang Baik

Secara umum, cahaya alami adalah sumber cahaya yang paling menarik untuk potrait fotografi, apalagi yang tidak punya studio foto dan lampu-lampunya. Langit yang sedikit mendung akan memberikan cahaya yang lembut dan indah yang akan menyanjung model anda. Sinar matahari langsung biasanya dihindari karena menciptakan bayangan yang kuat dan keras kepada wajah model kita. Jika dalam kondisi itu, coba temukan tempat yang bisa menghasilkan sedikit bayangan untuk memposisikan model anda.

portrait-photography

Atau kalau mau yang sedikit menantang, potret model yang membelakangi matahari dengan hati-hati. Ini disebut sebagai cahaya latar dan dapat menghasilkan cahaya keemasan di sekitar model anda.

Tapi ingat, memotret dengan latar sinar matahari langsung mengharuskan anda untuk memberikan ‘fill light’ yang bisa menerangi wajah model kita.

Bisa juga di dalam ruangan dengan pencahyaan yang baik dari jendela maupun tempat masuknya cahaya. Jika bayangan terlalu gelap, cobalah memantulkan cahaya jendela kembali ke area gelap menggunakan reflektor.

5. Gunakan Focal Lenght yang Tepat

portrait-photography

Focal length adalah kemampuan lensa dalam melihat dan mengambil suatu peristiwa. Biasanya focal length ditulis dalam satuan mm, 22mm, 50 mm. Semakin pendek focal length, semakin jauh jarak peristiwa dari lensa, semakin luas peristiwa yang dapat dilihat oleh lensa.

Untuk potrait fotografi gunakan focal lenght 200mm atau minimal 80mm yang akan memberikan representasi paling akurat dari model anda karena tidak akan mencipatkan distorsi pada wajah.

Jika kita menggunakan focal lenght di bawah 50mm, nantinya ada beberapa distorsi yang tidak diinginkan di bagian wajah.

Sedangkan focal lenght lebih dari 50mm dapat membuat fitur di bagiah wajah, menjadi tampak rata.

6. Blur-kan Background dengan Aperture Priority Mode

portrait-photography

Aperture Priority adalah istilah yang mengacu pada sebuah mode/fitur pada kamera digital yang memberikan kontrol seorang fotografer terhadap pengaturan aperture/diafragma pada kameranya dan kamera akan menyesuaikan ISO dan Shutter Speed yang sesuai.

Memotret dengan shallow depth of field akan memungkinkan model anda dalam fokus yang tajam sementara latar belakang yang buram dan tidak fokus, membantu menonjolkan model yang anda foto.

F/4 adalah aperture untuk potrait karena harus menyediakan depth of field yang cukup menjadikan model anda berada dalam fokus lensa.

Pastikan mengubah mode kamera anda ke Aperture Priority atau AV Mode.

Jika latar belakang tidak terlihat buram coba pindahkan model lebih jauh dari latar belakang kita. Semakin jaug latar belakang dari model, semakin kabur juga latar belakangnya.

7. Expose Wajah Model

portrait-photography

Eksposur mengacu pada seberapa terang atau gelap gambar kita. Dalam potrait fotografi, bagian paling penting adalah wajah subjek atau model kita. Jadi, pastikan wajahnya terpapar dengan benar, tidak terlalu gelap dan tidak terlalu cerah.

Untuk potrait photography, bisa memilih latar belakang yang gelap atau yang terang jika wajah model kita lebih dominan ke gelap.

Atur mode kamera anda dengan tepat, sesuiakan pengaturan exposure compensation (atau tertulis EV) di kamera. Ini kalian bisa mengatur, menambahkan atau mengurangi exposure yang sesuai.

8. Fokus Pada Mata

Menurut saya, potrait photography yang paling baik adalah saat mata fokus tajam ke kamera. Ini akan meningkatkan rasa kontak mata antara subjek atau model dengan penikmat karya fotografi, mencipatkan sebuah karya yang kuat dan menarik.

Jadi, saat memotret, pastikan mengatur titik fokus dengan cermat.

Kamera Anda kemungkinan besar memiliki beberapa titik Fokus Otomatis / AF yang terlihat di jendela bidik. Pilih titik AF pusat menggunakan opsi AF di kamera Anda, lalu posisikan titik fokus pusat langsung di atas salah satu mata subjek.

Atau mudahnya cukup pastikan sumber cahaya anda memantul di mata model anda, seperti gambar foto di bawah ini.

portrait-photography

9. Hindari Kekosongan di Bagian Atas Subjek atau Kepala

portrait-photography

Potrait photography ini berhubungan dengan jarak yang tepat kepada model kita. Untuk mendapatkan jarak yang tepat dan enak dipandang, hindari area kosong di atas kepala subjek. Untuk penikmat karya potrait fotografi ini menjadi hal yang penting tidak dapat disepelekan, karena akan memberi kesan yang lebih dan titik fokus menjadi lebih jelas.

Best Potrait Photographer dan Foto Potrait Fotografi Terbaik

1. Jingna Zhang

Wanita yang satu ini pernah mendapatkan penghargaan Elle Awards Singapura pada 2011 pada kategori Fotografer terbaik. Dia juga mendapatkan penghargaan Julia Margaret Cameron ke-7 untuk fotografer wanita. Alumni stanford ini sudah terkenal di dunia fotografer sejak lama. Di waktu senggangnya, Jingna menyukai Gundam, memasak, sampai berita tentang hacker.

Ini adalah karyanya yang bisa ditemui di Instagram.com/zemotionpotrait photography

2. Erik Almas

erik almas

Erik tumbuh di Norwegia dan kemudian pindah ke California untuk belajar fotografi. Dia masuk Akademi Universitas Seni dan kemudian memenangkan lebih dari 30 penghargaan untuk karyanya. Selai potrait, Erik juga menggeluti jenis fotografi lainya, seperti landscape fotografi.

Anda bisa melihat karyanya di instagram.com/erikalmas

erik almas

3. Jessica Lehrman

Jessica-Lehrman

Jessica Lehrman adalah seorang fotografer berbasis di Brooklyn yang terkenal karena raw visual documentation of contemporary underground movements. Dari protes dan revolusi sosial hingga komunitas bawah tanah hip hop dan artis-artisnya yang baru muncul, Lehrman adalah seorang dokumenter yang berkomitmen di dunia yang ia tekuni untuk menjadi bagian darinya.

Kalian bisa menemukan galerinya di instagram.com/jessierocks

Jessica-Lehrman

4. Eric Lafforgue

eric-lafforgue

Eric Lafforgue selalu terpesona oleh negara-negara yang jauh dan travelling. Dia bahkan menghabiskan beberapa waktu di Ethiopia, Afrika, Djibouti dan Yaman.

Dia telah diterbitkan di majalah dan surat kabar dari seluruh dunia seperti Geo, Nat Geo, Lonely Planet Magazine. dan kalian bisa melihat karya-nya di instagram.com/lafforgue

eric-lafforgue

5. Steve McCurry

Steve-McCurry

McCurry telah berkecimpung di dunia fotografi selama lebih dari 30 tahun. Dia telah membuat banyak buku, majalah, dan banyak pameran di seluruh dunia. Setelah bertahun-tahun menjadi seorang freelancer, ia melakukan perjalanan ke India dan mulai menjelajahi pedesaan.

Kalian bisa melihat karya-nya di instagram.com/stevemccurryofficial

Steve-McCurry

Potrait Photography Tips in Mobile

Penutup

Jadi itulah pembahasan lengkap tentang potrait photography. Bagaimana? Apakah sudah bisa menambah wawasan kalian dalam hal fotografi? Atau sudah meningkatkan semangat kalian setelah melihat karya-karya para fotografer dunia yang terkenal itu?

Semoga kalian semakin hebat dalam hal fotografi khususnya bidang potrait photography dan menjadi fotografer yang bisa menginspirasi banyak orang. Sampai jumpa di sesi fotografi lainya, tunggu postingan selanjutnya, ya!

Keep Sarungan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *