Yudha Wira siang makan nasi, kalo malam minum susu

Al-Qur’an: Pengertian, Struktur, Adab sampai Fadhilah

9 min read

pengertian al quran

Pengertian Al-Qur’an – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Al-Qur’an. Sebagai muslim yang baik kitaharus mengerti betul tentang Al-Qur’an karna Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan petunjuk dalam hidup kita, tidak Afdhol rasanya sebagai pedoman hidup namun kita tidak paham apa itu Al-Qur’an. oke kita langsung bahas tentang pengertian Al-Qur’an

Pengertian Al-Qur’an

pengertian al quran

Al-Qur’an Secara Bahasa Masdar dari kata Qara’a  yaitu Bacaan atau sesuatu yang dibaca berulang ulang.

Secara Istilah yaitu Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril, tertulis dalam mushaf, membacanya dinilai ibadah disampaikan secara mutawatir dimulai dari surat Al-fatihah dan dikhiri surat An- Nas.

Istilah Al-Qur’an menurut para Ulama

pengertian al quran menurut para ahli

Imam Syafi’I: “Al Qur’an adalah nama khusus yang diberikan Allah. Sebagaimana Injil dan Taurat”

Syekh Muhammad Abduh: ” Al-Qur’an adalah bacaan yang telah tertulis dalam mushaf hafalan-hafalan umat islam”

Prof. Quraisy Syihab: “Al-Qur’an adalah bacaan yang sempurna tidak hanya sempurna kadungannya , namun juga redaksi dan petunjuknya.”

Fungsi Al-Qur’an

al quran dan tasbih

Setelah itu kita akan membahas tentang Fungsi Al-Qur’an selain dari pedoman dan petunjuk masih ada beberapa fungsi Al-Qur’an Antara lain:

  1. Al-Huda ( Petunjuk )

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاس  (Al-Baqarah: 185)

Al-Qur’an sebagai petunjuk bahkan untuk seluruh manusia karna isinya solusi hidup yang kompleks bagi kehidupan manusia.

  1. Al-Furqon (Pembeda)

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ  (Al Furqon: 1)

Al-Qur’an adalah sebagai pemisah antara Haq dan Bathil.

  1. Asy-Syifa’ (Penyembuh)

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ  (Al Isra: 82)

Al-Qur’an juga sebagai penyembuh bagi segala penyakit pada manusia khususnya penyakit hati.

  1. Mau’izhah (Nasihat)

وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ… (Al Baqarah: 66)

Al-Qur’an berfungsi juga sebagai Nasihat. Beragam kisah disajikan agar menjadi pelajaran dan Nasihat.

Struktur Al-Qur’an

struktur al quran

Al-Qur’an memiliki Struktur yang rapih dan sangat indah.Pada kali ini kita akan membahas struktur Al-Qur’an.

Al-Qur’an Terdiri dari 30 Juz, 114 Surat, 6236 Ayat, 74.357 Kalimat dan 325.015 Huruf. Ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun yaitu Surah Al-Alaq 1-5. Surah yang turun secara lengkap pertama kali adalah Surat Al Fatihah. Al-Qur’an turun secara berangsur-angsur dalam waktu 22 Tahun 2 Bulan dan 22 Hari.

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا

“Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” Q.S Al-Isra’ : 96

Surat Al-Qur’an di bagi menjadi 2 yaitu Makkiyah dan Madaniyyah. Makkiyah untuk Surat yang turun sebelum Nabi Muhammad SAW Hijrah.

Sedangkan Madaniyyah untuk Surat yang turun sesudah Nabi Muhammad SAW Hijrah. Jumlah Surat Makkiyah yaitu 85 Surat dan Madaniyyah yaitu 29 Surat.

Ayat terakhir yang turun adalah Surah Al-Baqarah Ayat 281:

وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”

Menurut para Ulama pendapat ini lebih kuat disbanding surat Al-Maidah Ayat 3.

Pokok-pokok Kandungan yang Terdapat dalam Al-Qur’an

pokok kandungan al quran

Al-Qur’an menjadi Sumber hukum tertingga dalam agama islam.Al-Qur’an menjadu sumber utama dan pertama karna juga sebagai pedoman kehidupan.Sebagai kitab suci sepanjang zaman Al-Qur’an memuat kisah-kisah manusia terdahulu, pesan dan nasihat dan juga hukum syariat.Al-Qur’an dalam rangka penepatan hukum setelah Rasulullah SAW Wafat.

Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا     

“Wahai orang-orang yang beriman! Ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul-Nya (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah Swt. (al-Qur’ān) dan Rasu-Nyal (sunnah), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” Q.S An-Nisa : 59

Oke, sekarang kita akan membahas lebih lanjut karna sejatinya Al-Qur’an meliki kandungan yang amat dahsyat didalam nya. Sebagai kitab terakhir dan penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Berikut adalah pokok-pokok kandungan yang terdapat pada Al-Qur’an:

  1. Akidah dan Keimanan

Hal yang paling ditegaskan dalam Al-Qur’an adalah persoalan Akidah dan keimanan. Ini menjadi bagian yang sangat penting dalam Islam. Seperti yang kita ketahui salah satu syarat seorang muslim yang paling utama yaitu menjaga akidah dan ketauhidan kepada Allah dan Menjaga keimanan. Hal ini terdapat pada Firman Allah :

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

“Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.” Q.S Al-Ikhlas : 1
  1. Syariat dan Ibadah

Hukum yang lain yang terdapat dalam Al-Quran ialah Syariat dan Ibadah. Hukum ini yang mengatur kita bagaimana tata cara beribadah kepada Allah yang benar baik ibadah mahdah dan ghairu mahdah. Hukum ini juga disebut Fiqh.

  1. Fiqh Ibadah

Yaitu Fiqih yang membahas tata cara beribadah kepada Allah SWT seperti Shalat, Puasa, Zakat, Haji , dan lain sebagainya.

  1. Fiqh Muamalah

Yaitu Fiqih yang membahas tata cara bermuamalah kepada Manusia Seperti Hukum Jual-beli,Hukum pidana, Hukum Pernikahan , Warisan , Politik dan lain sebaginya.

  1. Akhlaq dan Budi pekerti

Dalam Al-Qur’an juga termuat ajaran bagaimana Manusia menjadi insan yang berakhlaq baik atau berakhlaqul karimah. Akhlaqul Karimah ini bisa kita teladani dar baginda kita yaitu Nabi Muhammad SAW sesuai dengan Firman Allah :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” QS Al-Azhab : 21

Adab–adab Berinteraksi dengan Al-Qur’an

adab berinteraksi dengan al quran

Selama kita berinteraksi dengan Al-Quran baik membaca, mengkaji, mentadabbur, dan menghafal harus didalamnya mempunnyai Adab yang baik diantaranya:

  1. Niat dan hati yang Ikhlash
  2. Dalam keadaan Suci

لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلْمُطَهَّرُونَ

“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” Q.S Al-Waqiah : 89
  1. Membersihkan mulut
  2. Menghadap Kiblat
  3. Mencari tempat yang suci dan bersih
  4. Membacanya dengan tartil perlahan

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا….

“…Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.” Q.S Al-Muzzammil : 4
  1. Membacanya dengan Suara indah

Sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

  1. Memulai dengan Isti’adzah.
  2. Membaca dengan Khusyuk
  3. Tidak bercampur dengan Kalam lain.

Fadhilah Berinteraksi dengan Al-Qur’an

fadhilah berinteraksi dengan al quran

Berikut adalah Fadhilah kita ketika terus berinteraksi dengan Al-Qur’an

  1. Al-Qur’an adalah Ibadah yang paling utama

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).
  1. Mendapat Pahala Berlipat

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُوْلُ الَم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلاَمٌ حَرْفٌ، وَمِيْمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur-an, maka baginya satu kebajikan, dan satu kebajikan tersebut dilipat-gandakan menjadi 10 kali lipatnya, aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” ( HR At-Tirmidzi )
  1. Diangkat derajatnya

قال رسول الله:إِنَّ اللهَ يَرْفَعْ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَ يَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ

Rasulullallah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda,”Sesungguhnya Allah mengangkat dengan kitab ini (Al Qur`an) kaum-kaum dan merendahkan dengannya yang lain. (Riwayat Muslim)
  1. Mendapat Ketenangan, Rahmat dan disebut namanya oleh Allah disisi Malaikat

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ، فِيْ بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ، إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah (masjid), sedang mereka membaca kitab Allah (al-Qur-an) dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali akan turun ketenangan atas mereka, dan mereka diliputi rahmat Allah, serta para Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyebut-nyebut (membanggakan) mereka pada (para Malaikat) yang ada di dekat-Nya.” ( HR Muslim )
  1. Mendapat Syafa’at di Hari Kiamat

اِقْرَئُوْا الْقُرْآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا ِلأَصْحَابِهِ.

“Bacalah al-Qur-an, karena ia akan datang sebagai pemberi syafa’at bagi para pembacanya di hari Kiamat nanti.” ( HR Muslim )

Penutup

Alhamdulillah kawan-kawan kita telah membahas dari pengertian Al-Qur’an, Fungsi Al-Qur’an Struktur Al-Qur’an, Pokok-pokok kandungan, Adab, hingga Fadhilah Al-Qur’an.

Mudah-mudahan bermanfaat untuk Semua.

Yudha Wira siang makan nasi, kalo malam minum susu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *