Rhafar Ramadhan Halo! Gua hanya seorang fans Arsenal yang hobby baca, nulis, nyari duit, dan ngaji. Semoga artikel-artikel di sarungan.net bermanfaat, ya!

Pembahasan Lengkap Human Interest Photography Untuk Pemula

4 min read

Human Interest Photography

Ada yang pernah mencoba jenis Human Interest Photography? Apa? Anda belum tau ada jenis fotografi seperti ini? Emangnya tentang apa, sih? Oke, oke. Kita akan membahas segala macam hal yang berhubungan dengan jenis fotografi yang bisa memikat dan menarik simpati para penikmat gambar kamera maupun fotografernya sendiri.

Mulai dari pengertianya, kenapa harus memilih jenis fotografi ini, tips apa yang bisa meningkatkan kemampuanmu, sampai cara editing yang baik dari hasil jepretan-mu. Jadi, kita mulai saja serba-serbi Human Interest Photography ini!

Let’s go!

Baca Juga:
Tips, Trick, dan Kenali Aerial Photography yang Menginspirasi Anda!
Teknik Fotografi dan Komposisi Fotografi Untuk Para Pemula!
25+ Jenis Fotografi yang Wajib Anda Ketahui (dan Contoh)!
Toy Photography: Mainan yang Bernyawa

Pengertian Human Interest Photography (HI)

Human Interest Photography
Wahyu Tanoto

Adalah salah satu jenis fotografi yang berfokus pada kehidupan seseorang untuk menggambarkan suasana kehidupan ataupun suasana hati (mood) dengan tujuan membangkitkan simpati dari orang yang melihat fotonya. Tadi adalah definisi dari Human Interest Photography.

Human Interest Photography ini berawal dari Photojournalism Human Interest yang berarti sebuah gambar yang menggambarkan seseorang atau orang-orang yang berada dalam situasi interaktif, emosional, atau yang tidak biasa (penyimpangan positif atau negatif), tapi tidak termasuk dalam kegiatan olahraga atau yang terorganisir.

Tadinya ada beberapa persyaratan dalam HI Photography ini seperti:

  1. Gambar yang berisi konten
  2. Memiliki dampak emosional
  3. Dan mencermikan kehidupan sosial manusia

Namun, sekarang para photographer tidak terikat dengan syarat-syarat itu, karena terkadang aturan seni ada untuk dilanggar.

Karena definisi yang luas dan cangkupanya luas, sering kali Human Interest Photography ini dicampurkan atau dimasukan ke dalam kategori potrait photography, culuter photography atau fotgrafi budaya, street photography, sampai travel photography. Padahal human interest ini berfokus pada kehidupan seseorang atau masyarakat yang jarang diulas dan dibagikan informasi dan emosionalnya.

Walaupun banyak yang memotret pada kehidupan masyarakat ekonomi menengah ke bawah, human interest photography juga sah-sah saja jika mengulas masyrakat kelas atas dengan memberikan gambaran kesuksesan dan kerja kerasnya.

Kenapa Memilih Human Interest Photography?

D Mz

Banyak orang yang memilih orang-orang atau aspek-apek kehidupanya sebagai tema foto. Selain menarik, dengan aspek itulah bisa menyentuh orang-orang yang melihat hasil foto. Momen epik (yang diabadikan dengan dipotret ini), mungkin hanya kegiatan harian yang tampak biasa atau membosankan. Maka sebagai Human Interest Photographer adalah tugasnya mengambil momen dengan tepat dan memberikan rasa emosional dan simpati kepada para penikmatnya.

Fotografer yang profesional, memiliki mata tajam dalam mengamatai masalah sosial, aktivitas, dan perilaku manusia yang akan menjadi sebuah karya fotografi yang epik dan menarik.

Jadi, kenapa memilih jenis fotografi ini? Karena ada nilai sosial yang dimiliki oleh Human Interest Photographer dan ingin disebarkan ke banyak orang, agar tau masih banyak aktivitas kelompok atau individu dengan berbagai macam-macam kelas sosial. Supaya gambar yang diambil, bisa mengambil hati dan simpati para penikmatnya.

Apakah kamu termasuk orang itu?

Tips Human Interest Photography

Human Interest Photography

Karya-karya fotografi yang berfokus pada perilaku dan aktivitas manusia disebut Human Interest Photography, namun memotret aktivitas manusia itu tidaklah semudah yang dilihat. Banyak sekali rintangan dan kendala yang harus kita lalui ketika memotret subjek.

Misalnya, ketika aktivitas seseorang siap untuk difoto, tiba-tiba objek melihat kamera. Ini mengganggu suasana alami mereka, membuat hasil gambar seperti sesuatu yang dipaksakan.

Untuk kamu yang ingin terjun atau tertarik dengan Human Interest Photography, bisa cek tips berikut ini, semoga bisa membantu-mu:

1. Selalu Siapkan Lensa Telephoto

Biasanya, yang menggeluti jenis fotografi Human Interest, akan memotret manusia atau aktivitasnya dengan teknik candid (memotret yang dilakukan secara diam-diam agar tidak menarik perhatian subjek). Ini bertujuan agar mendapatkan karya yang spontan dan yang paling alami.

Karena itu, setidaknya lensa 80-200mm atau 70-300mm akan berguna. Namun, jika memungkikan gunakan kamera tambahan yang dipasang dengan lensa 25-85mm akan lebih baik. Ini bertujuan untuk memastikan bidikan terbaik dari jarak mana saja, dekat atau jauh.

2. Pendekatan dan Bersosiali dengan Subjek

Jika kalian tidak memiliki lensa telefoto, kalian bisa mendekati dan berkenalan dengan subjek yang anda ambil. Ini akan berguna, karena pastinya akan lebih sopan dan pose bisa kita atur lebih bebas dan leluasan, untuk memastikan karya foto kita bagus dan mendapatkan hasil terbaik.

Namun, ada kelemahan jika tidak ambil dengan teknik candid, seperti subjek menjadi terlihat kaku dan tidak alami. Untuk menghindari hal ini, para fotografer harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan yang anda, dan membuat subjek menjadi nyaman difoto.

3. Gunakan ISO Seperlunya

Ketika kita ingin menjadikan Human Interest sebagai jenis karya kita, ISO yang ditetapkan biasanya pada 100 sudah cukup untuk mengambil gambar aktivitas di luar ruangan selama pagi hari, siang, atau sore hari.

Tapi, jika kita ingin mengambil gambar kegiatan yang dipusatkan pada gerakan konstan, pengaturan ISO yang agak tinggi seperti 400, bisa digunakan. Tujuanya tentu saja untuk memastikan ketajaman dan kejernihan serta menghilangkan blur dan ‘goyangan.’

4. Ambil Sebanyak Mungkin Gambar

Jika kalian menggunakan teknik candid, biasanya momen akan terjadi dengan cepat dalam hitungan detik saja, dan momen-momenya seringkali tidak dapat diprediksi dan cepat berlalu. Oleh karena itu, merupakan ide yang baik jika mengatur mode kamera ke pemotretan bersambung, jadi setiap kita potret, hasil yang diambil akan lebih banyak dengan satu tekanan ke tombol.

Setelah itu kalian bisa men-seleksi mana ya gambar yang baik, frame mana yang menghasilkan karya terbaik, dan lain-lain. Bisa juga kombinasikan beberapa gambar untuk menjadikan sebuah kolase cerita.

5. Angle yang Unik

Sudut foto yang unik bisa kalian coba, supaya hasil karya fotografi kalian menemukan mana yang paling baik. Coba beberapa kali ganti angle foto dalam subjek dan objek yang sama, siapa tau kalian akan mendapatkan momen yang indah.

Jangan terlalu terburu-buru dalam memotret, luangkan sedikit waktu untuk mempertimbangkan angle mana yang ingin kalian pakai untuk mendapatkan bidikan yang sempurna. Perhatikan juga lingkungan yang ada, apakah bisa masuk ke dalam frame kamera-mu dan menambahkan faktor unik pada hasil karya fotografi anda.

6. Jangan Lupa Mengucapkan Terima Kasih

Ucapkan-lah terima kasih kepada orang yang kalian ambil gambarnya, khususnya jika kalian memotret dengan teknik candid. Ini sudah menjadi etika para fotografer, karena tidak semua orang senang diambil fotonya secara diam-diam, makanya setelah foto kita tanya juga apakah bersedia foto yang kita ambil menjadi milik kita.

Jika tidak memberikan imbalan atau hadian kepada orang yang kita potret, tawarkan-lah orang itu untuk dipotret dengan apa yang mereka inginkan. Atau foto bersama dan foto potrait orang itu.

Contoh Fotografi Human Interest Terbaik!

Sekarang, agar gambaranya lebih jelas mari kita lihat kumpulan gambar human interest ini, siapa tau akan jadi penyemangat kalian dalam melakukan fotografi.

Let’s go!

Human Interest Photography Human Interest Photography Human Interest Photography Human Interest Photography Human Interest Photography

Bagaimana? Apakah sudah sesuai dengan apa yang kalian bayangkan? Menurut-mu angle mana, komposisi mana yang bisa masuk ke dalam Human Interest Photography ini? Kalian harus terus berlatih, mencoba, dan sharing-sharing ke sesama fotografer agar selalu meningkatkan skill photography-mu!

Selamat mencoba.

Cara Edit Karya Fotografi Human Interest

Penutup

Itulah tadi semua pembahasan Human Interest Photography yang bisa saya bagikan untuk kalian, para pecinta kamera dan dunia fotografi. Semoga dengan menggiati jenis fotografi ini, tidak hanya skill fotografi yang meningkat dan berkembang, tapi juga bisa memberikan inspirasi pada khalayak umum dan simpati kepada mereka yang membutuhkan.

Sekian dari saya, semoga kalian bisa terus belajar dan berlatih. Sampai jumpa di sesi gambar berikutnya!

Keep Sarungan!

Rhafar Ramadhan Halo! Gua hanya seorang fans Arsenal yang hobby baca, nulis, nyari duit, dan ngaji. Semoga artikel-artikel di sarungan.net bermanfaat, ya!

One Reply to “Pembahasan Lengkap Human Interest Photography Untuk Pemula”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *